Kualitas udara di wilayah perkotaan dipengaruhi oleh perubahan aktivitas pemanfaatan lahan serta pola sebaran spasial sumber pencemar. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis pola distribusi spasial konsentrasi SO₂ dan NO₂ di Kota Tanjungpinang menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW), serta keterkaitannya dengan karakteristik tutupan lahan melalui analisis Zonal Statistics. Data kualitas udara yang digunakan merupakan data sekunder hasil pengukuran lapangan pada empat lokasi pengamatan, yang diperoleh dari dokumen IKPLHD Kota Tanjungpinang Tahun 2024 dan diolah menggunakan sistem informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan dengan dominasi permukiman dan lahan terbuka memiliki konsentrasi polutan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah berhutan dan vegetatif. Zona dengan konsentrasi tertinggi (Zona 3) didominasi oleh tutupan lahan permukiman dan semak belukar. Namun, konsentrasi SO₂ dan NO₂ yang terukur masih berada di bawah ambang batas Baku Mutu Udara Ambien Nasional, sehingga kualitas udara ambien pada periode pengamatan dinyatakan memenuhi standar yang berlaku.
Copyrights © 2025