Abad ke-21 mengalami transformasi besar dimana pusat gravitasi geo-ekonomi dan geopolitikdunia perlahan bergeser ke Asia. Momentum ini mendorong presiden Joko Widodomengeluarkan politik luar negeri Indonesia sebagai poros maritim dunia didukung dengankondisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan. Langkah ini diharapkan mampumeningkatkan eksistensi dan bargaining position Indonesia dalam lingkup regional maupuninternasional. Dengan menggunakan metode eksplanatif yang berbasis studi literatur,penulis ingin mengkaji berbagai permasalahan internal terkait pengelolaan kemaritimanyang menjadi tantangan besar bagi terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.Fokus bahasan akan mengacu pada bagaimana tantangan internal yang menghambatterwujudnya poros maritim dunia. Mengacu pada pendekatan pengelolaan wilayah pesisirdan laut secara terpadu dan kepentingan nasional, hasil kajian penulis menunjukan bahwaterwujudnya cita-cita ini harus terhambat dengan kurang efektifnya pengelolaan maritimsebagai tonggak pendukung politik luar negeri ini ditunjukan dengan: 1) Tumpang tindihtupoksi instansi pengelola sumberdaya kemaritiman; dan 2) Minimnya fasilitas penunjangoperasional dan berbagai tindakan kriminal di wilayah laut. Tantangan internal menjadipenghambat bagi terwujudnya Indonesia poros maritim dunia.
Copyrights © 2017