Digital poverty is a technological problem as well as a social problem that is still exist in Indonesia. Digital access must be able to reach everyone because it is part of individual rights. East Nusa Tenggara (NTT) Province is one of the provinces with low International Telecommunication Union (ITU) Index in Indonesia. As an archipelago, NTT is also a 3T category (Frontier, Outermost, Disadvantaged). By using secondary data from the Social and Economic Survey (Susenas) and Village Potential (PODES), this study aims to provide empirical evidence of the factors that influence digital poverty in NTT. By using binary multilevel logistic regression methods, this study uses three levels of individual conditions based on individuals (level 1), household conditions (level 2), and regional conditions (level 3). The conclusion obtained is that the variables of age, education level, household welfare, housing classification, and electricity access significantly influence the status of digital poverty in NTT at the 5% significance level. Kemiskinan digital adalah masalah teknologi sekaligus masalah sosial yang masih ada di Indonesia. Akses digital harus dapat menjangkau semua orang karena merupakan bagian dari hak asasi manusia. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi dengan International Telecommunication Union (ITU) Index yang rendah di Indonesia. Sebagai daerah kepulauan, NTT juga termasuk dalam kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dengan menggunakan data sekunder dari Survei Sosial dan Ekonomi (Susenas) dan Potensi Desa (PODES), penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan digital di NTT. Dengan menggunakan metode regresi logistik multilevel biner, penelitian ini menggunakan tiga level kondisi individu berdasarkan individu (level 1), kondisi rumah tangga (level 2), dan kondisi daerah (level 3). Kesimpulan yang diperoleh adalah variabel usia, tingkat pendidikan, kesejahteraan rumah tangga, klasifikasi rumah, dan akses listrik berpengaruh signifikan terhadap status kemiskinan digital di NTT pada tingkat signifikansi 5%.
Copyrights © 2025