Berkala Arkeologi SANGKHAKALA
Vol 15 No 2 (2012)

Permukiman Gua di Sub-Cekungan Payakumbuh

Taufiqurrahman Setiawan (Balai Arkeologi Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
05 Jan 2018

Abstract

AbstractPre-historic men's life mainly relied on the availability of natural resources in the surrounding area. The settlements had inevitably to provide their needs of food and tools. Payakumbuh’s sub-basin, a strategic location for settlement, is a plain with a river in the middle that provides a place to shade and settle at its ‘Ngalau’ (caves and rock shelters). This location is also supported by the presence of hills and Sinamar River. Culturally, archaeological findings on the use of this site as a settlement are also found. This writing tries to describe the patterns of distribution and the use of caves at the Payakumbuh’s sub-basin. Archaeological landscape approach method is used to observe some physical and cultural aspects in that area. To provide further pictures, analyses on the neighbouring area are also done through the use of such softwares as Arc-View 3.2 and ArcGIS 9.3 with the extension of Network Analysis and Spatial Analysis.AbstrakKehidupan manusia pada masa prasejarah masih mengandalkan pada ketersediaan sumberdaya lingkungannya. Lokasi yang mereka jadikan sebagai lokasi permukiman harus menyediakan kebutuhan mereka akan makanan dan juga peralatannya. Sub-Cekungan Payakumbuh merupakan salah satu lokasi yang baik digunakan sebagai permukiman. Secara fisik, lokasi ini memiliki bentuklahan dataran dengan sungai yang mengalir pada bagian tengahnya, serta tersedianya lokasi berteduh dan bermukim di ‘Ngalau’ (gua dan ceruk). Lokasi ini didukung dengan bentangalam pedataran dengan bukit-bukit yang muncul di beberapa tempat dan juga didukung dengan keberadaan Sungai Sinamar. Secara budaya, pada lokasi ini juga telah ditemukan data arkeologi tentang pemanfaatanny sebagai lokasi permukiman. Pada tulisan ini akan membahas bagaimana pola sebaran dan pemanfaatan gua di Sub-Cekungan Payakumbuh. Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan model pendekatan arkeologi lansekap yang memperhatikan pada beberapa aspek fisik serta budaya pada lokasi tersebut. Untuk lebih menggambarkan hal tersebut digunakan juga analisis tetangga terdekat dengan bantuan software Arc-View 3.2 dan ArcGIS 9.3 dengan ekstensi Network Analysis, Buffer Wizard, dan Spasial Analysis.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

SBA

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

"SANGKHAKALA" refers to the shell horns that blown regularly to convey certain messages. In accordance with the meaning, this journal expected to become an instrument in the dissemination of archaeological information to the public which is published on an ongoing basis. Berkala Arkeologi ...