Penelitian ini mengkaji strategi manajemen impresi agen Oriflame melalui Instagram untuk personal branding dan promosi bisnis. Dengan pendekatan dramaturgi Erving Goffman, penelitian ini menganalisis bagaimana agen menciptakan panggung depan dan panggung belakang untuk menjaga citra positif. Melalui wawancara mendalam dan dokumentasi konten dari tujuh agen, ditemukan bahwa mereka secara konsisten menampilkan nilai togetherness, spirit, dan passion di panggung depan, menunjukkan diri sebagai sosok yang ramah, suportif, dan inspiratif. Sebaliknya, panggung belakang digunakan untuk menyembunyikan kegagalan dan perasaan negatif melalui fitur close friends atau akun pribadi. Empat strategi manajemen impresi utama dari Jones & Pittman teridentifikasi, yaitu ingratiation, self-promotion, exemplification, dan supplication, dengan ingratiation sebagai yang paling menonjol. Strategi ini tidak hanya memperkuat personal branding agen, tetapi juga membangun citra positif Oriflame di tengah keraguan publik terhadap bisnis MLM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berfungsi sebagai alat krusial untuk membangun kredibilitas, kepercayaan, dan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Dengan demikian, media sosial berperan sebagai alat strategis dalam manajemen impresi untuk mencapai tujuan bisnis.
Copyrights © 2025