DKI Jakarta merupakan daerah yang paling menonjol dan menarik perhatian khususnya selama masa Pilkada serentak tahun 2017. Pernilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, memang seolah menjadi daya tarik tersendiri. Selain karena faktor lbu Kota, para kandidat yang bersaing untuk memperebutkan kursi nomor satu di DKI Jakarta tersebut juga turut menjadi magnet tersendiri, tidak hanya bagi warga Jakarta melainkan juga bagi seluruh warga Indonesia. Salah satu calon yang menjadi fenomena di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 kali ini yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Calon Gubernur petahana atau incumbent ini dikenal sebagai sosok pemimpin daerah yang penuh dengan kontroversi, baik dari segi pribadinya maupun kinerjanya selama menjadiGubernur DKI Jakarta. Meskipun Ahok banyak dilanda berbagai persoalan serta isu negatif lainnya selama masa Pilkada DKI Jakarta 2017, namun Ahok justru berhasil memperoleb suara terbanyak pada putaran pertama. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, paradigma konstruktivisme, teori dan konsep agenda setting II, sosiologi media dan analisis framing rnilik Robert Entman penulis dapat menyimpulkan bahwa kompas.com dan republika.co.id memiliki ideologi serta agenda media yang berbeda di dalam memberitakan sosok Ahok, sehingga ha! itu tentu saja dapat mempengaruhi konstruksi citra dari sosok Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu sendiri di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Copyrights © 2018