Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Jenis data yang adalah adalah data kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif, yaitu dengan cara menganalisis menggunakan perhitungan angka-angka dari laporan keuangan, seperti neraca dan laporan laba rugi, yang kemudian digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan dari 10 perusahaan sektor perkebunan yang mengalami kondisi keuangan yang rata-rata berada pada kondisi potensial bangkrut, hal ini dikarenakan beberapa perusahaan mengalami kesulitan keuangan (financial distress). Pada tahun 2013, terdapat 6 perusahaan diprediksi mengalami kebangkrutan, 2 perusahaan mengalami rawan bangkrut dan 2 perusahaan dalam kondisi sehat. Tahun 2014, kondisinya belum berubah karena ada 6 perusahaan diprediksi mengalami kebangkrutan, 2 perusahaan mengalami rawan bangkrut dan 2 perusahaan dalam kondisi sehat. Sedangkan pada tahun 2015, terjadinya peningkatan pada perusahaan yang mengalami prediksi kebangkrutan yaitu sebanyak 7 perusahaan, 2 perusahaan mengalami rawan bangkrut, dan menurun menjadi 1 perusahaan dalam kondisi sehat. Hal ini berdasarkan dari kriteria Altman Z-Score, jika Z > 2,99 dikategorikan sebagai perusahaan sehat. Z berada diantara 1,81 sampai 2,99 dikategorikan sebagai perusahaan rawan bangkrut atau grey area. Dan jika Z < 1,81 dikategorikan sebagai perusahaan potensial bangkrut.
Copyrights © 2026