Klorin merupakan desinfektan utama yang digunakan dalam sistem distribusi air minum untuk menjaga kualitas mikrobiologis. Namun, konsentrasi klorin cenderung mengalami peluruhan seiring waktu, yang dipengaruhi oleh reaksi kimia dalam air (bulk decay) maupun interaksi dengan dinding pipa (wall decay). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju peluruhan klorin pada kondisi batch, pipa PVC, dan pipa besi dengan memanfaatkan model matematis peluruhan orde satu. Metode penelitian dilakukan melalui uji laboratorium dengan konsentrasi awal klorin sebesar 1,80 mg/L yang diamati selama 7 hari. Data hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil prediksi model matematis C(t) = C0e-kbt. Analisis kesesuaian model menggunakan nilai Root Mean Square Error (RMSE) dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji batch konsentrasi klorin menurun menjadi 0,46 mg/L dengan konstanta k= 0.12 hari-1, pada pipa PVC menurun menjadi 0,30 mg/L dengan k= 0.17 hari-1 , dan pada pipa besi menurun hingga 0,15 mg/L dengan k= 0.25 hari-1. Tingkat akurasi model paling tinggi diperoleh pada uji batch dengan RMSE = 0,06 dan R2= 0.98, sedangkan pada PVC dan besi akurasi lebih rendah dengan RMSE masing- masing 0,08 dan 0,10, serta R2 =0,96 dan 0,95. Penelitian menyimpulkan bahwa material pipa memiliki pengaruh signifikan terhadap laju peluruhan klorin, dengan besi menghasilkan peluruhan tertinggi akibat interaksi permukaan yang kompleks. Penelitian ini menyediakan basis data dan model peluruhan klorin yang terkalibrasi untuk interaksi air–material (PVC vs besi) di bawah kondisi uji yang terkontrol, sehingga dapat digunakan sebagai evidence-based decision support untuk desain dan operasi distribusi air minum.
Copyrights © 2026