Rapid urbanization and the planned establishment of the Proposed New Autonomous Region (PNAR) of Purwokerto have intensified pressure on rice-field conversion, threatening the sustainability of regional rice supply. This study offers a GIS-based approach to assess the biophysical suitability of paddy fields and determine LP2B protection priorities. The objective is to identify paddy-field zones that should be preserved to maintain long-term food security. The Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) method was used to integrate seven biophysical parameters, producing a suitability map dominated by S2 class (19,096.56 ha). An overlay with existing rice fields shows that all 7,040.78 ha fall within the S2 class. The LP2B prioritization analysis reveals the need to retain at least 6,642.18 ha of rice fields to maintain the 2029 rice surplus, with five peri-urban subdistricts required to protect more than 90% of their existing fields. These findings underscore the urgency of land-suitability-based paddy-field protection to balance PNAR development with regional food security. ABSTRAK (Bahasa Indonesia) Urbanisasi pesat dan rencana pembentukan Calon DOB Purwokerto meningkatkan tekanan konversi sawah, mengancam keberlanjutan pasokan beras wilayah. Penelitian ini menawarkan solusi berbasis SIG untuk memetakan kesesuaian biofisik lahan padi sawah serta menilai prioritas perlindungan LP2B. Tujuannya adalah mengidentifikasi zona sawah yang layak dipertahankan guna menjaga ketahanan pangan jangka panjang. Metode Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) digunakan untuk mengintegrasikan tujuh parameter biofisik, menghasilkan peta kesesuaian yang menunjukkan dominasi kelas S2 (19.096,56 ha). Overlay dengan sawah eksisting menunjukkan bahwa seluruh 7.040,78 ha sawah berada pada kelas S2. Analisis prioritas LP2B mengungkap kebutuhan mempertahankan minimal 6.642,18 ha sawah untuk menjaga surplus beras 2029, dengan lima kecamatan penyangga harus melindungi lebih dari 94% sawah eksistingnya. Temuan ini menegaskan urgensi perlindungan sawah berbasis kesesuaian lahan untuk menyeimbangkan pembangunan DOB dengan ketahanan pangan wilayah.
Copyrights © 2026