Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job demands terhadap work-life balance pada karyawan PT X di Gresik, Jawa Timur. Studi ini didasarkan pada kerangka Job Demands–Resources Model yang menjelaskan bahwa tuntutan pekerjaan berpotensi memengaruhi kesejahteraan individu apabila tidak diimbangi dengan sumber daya yang memadai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-eksplanatori. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dengan melibatkan seluruh populasi karyawan sebanyak 44 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demands tidak berpengaruh signifikan terhadap work-life balance (p = 0,531 > 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,009. Temuan ini mengindikasikan bahwa hanya 0,9% variasi work-life balance dapat dijelaskan oleh job demands, sedangkan 99,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Meskipun arah hubungan bersifat positif, pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa hubungan antara tuntutan kerja dan keseimbangan kehidupan kerja bersifat kontekstual serta dipengaruhi oleh karakteristik individu, dukungan sosial, dan sistem organisasi. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dalam pengembangan model hubungan antara tuntutan kerja dan keseimbangan kehidupan, serta implikasi praktis bagi manajemen dalam merancang kebijakan yang mendukung kesejahteraan karyawan
Copyrights © 2026