Prevalensi stunting pada remaja perempuan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika stunting terkait pernikahan dini menggunakan model kompartemen berbasis simulasi. Model memperkirakan aliran populasi dari remaja, ibu, hingga anak, dengan parameter laju pernikahan dini, pernikahan usia ideal, dan pemulihan stunting. Simulasi digunakan untuk memprediksi perubahan prevalensi stunting dan menilai sensitivitas terhadap parameter utama. Hasil menunjukkan bahwa penurunan laju pernikahan dini secara bertahap menurunkan prevalensi stunting pada ibu dan anak, sedangkan analisis sensitivitas parameter γ menegaskan dampak signifikan perubahan laju pemulihan stunting. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi sosial yang menargetkan penundaan pernikahan dini. Model kompartemen ini menyediakan kerangka kuantitatif yang berguna untuk perumusan kebijakan kesehatan remaja dan anak.
Copyrights © 2026