Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena perilaku herding investor di pasar modal Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, dampaknya terhadap efisiensi pasar, dan implikasinya terhadap keputusan investasi individu, baik pada pasar konvensional maupun pasar modal syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui proses identifikasi, seleksi, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel yang diterbitkan pada periode 2019–2024. Sumber data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, SINTA, Indonesia Publication Index, serta e-journal perguruan tinggi, dengan kriteria inklusi artikel berbahasa Indonesia dan berbasis penelitian empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku herding secara konsisten terjadi di pasar modal Indonesia, terutama pada kondisi volatilitas tinggi dan ketidakpastian informasi. Intensitas herding cenderung meningkat pada kondisi pasar bullish akibat euforia dan fenomena fear of missing out (FOMO), sedangkan pada kondisi bearish investor relatif lebih berhati-hati meskipun aksi jual kolektif tetap dapat terjadi. Faktor-faktor yang memengaruhi herding meliputi overconfidence, persepsi risiko, tekanan sosial, literasi keuangan, sentimen pasar, serta pengaruh media sosial. Perilaku herding juga ditemukan pada pasar modal syariah, khususnya Jakarta Islamic Index (JII), dan berdampak pada peningkatan volatilitas serta potensi mispricing saham. Simpulan, bahwa perilaku herding merupakan fenomena situasional yang dipengaruhi faktor psikologis, sosial, dan kondisi pasar, serta berimplikasi negatif terhadap efisiensi dan stabilitas pasar modal, sehingga diperlukan peningkatan literasi keuangan, transparansi informasi, dan penguatan regulasi untuk meminimalkan dampaknya.
Copyrights © 2026