Biaya pengemasan merupakan salah satu komponen penting dalam struktur biaya produksi industri makanan, khususnya pada sektor fast moving consumer goods (FMCG) dengan volume produksi tinggi. Penggunaan panjang plastik kemasan yang melebihi kebutuhan aktual produk berpotensi menimbulkan pemborosan material dan meningkatkan biaya pengemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi biaya pengemasan melalui optimasi panjang plastik pada industri makanan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan studi kasus pada satu lini pengemasan dan satu jenis produk dengan volume produksi relatif konstan. Analisis distribusi panjang plastik dilakukan menggunakan histogram dan ukuran dispersi untuk mengidentifikasi variasi penggunaan plastik, sedangkan dampak finansial dievaluasi melalui cost comparison analysis dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal terdapat variasi panjang plastik yang cukup besar dengan dominasi penggunaan plastik di atas panjang kebutuhan produk. Setelah dilakukan optimasi, distribusi panjang plastik menjadi lebih terkonsentrasi di sekitar nilai kebutuhan produk dan variasi penggunaan plastik menurun. Optimasi panjang plastik tersebut menghasilkan penghematan biaya pengemasan sebesar Rp 2,86 juta per bulan atau lebih dari Rp 34 juta per tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa penyesuaian spesifikasi panjang plastik berbasis data aktual dapat menjadi strategi efisiensi biaya pengemasan yang efektif, aplikatif, dan mudah diterapkan pada industri makanan.
Copyrights © 2025