Pekerjaan cut and fill pada Proyek Jogging Track Universitas Diponegoro Semarang memerlukan pengelolaan alat berat yang tepat agar target waktu dan biaya dapat dicapai secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja sistem kerja excavator–dump truck pada pekerjaan galian dan timbunan, serta menentukan alternatif kombinasi alat yang paling optimal. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pengumpulan data dokumen proyek, observasi lapangan, dan wawancara. Data utama meliputi volume pekerjaan (galian 38.062 m³ dan timbunan 277.580 m³), jenis serta jumlah alat, jam kerja (7 jam/hari), waktu siklus, efisiensi kerja, dan biaya sewa. Analisis dilakukan melalui perhitungan produktivitas teoritis excavator dan dump truck, perhitungan biaya operasi per jam, serta simulasi lima alternatif kombinasi alat dengan mempertimbangkan keseimbangan produksi antara alat muat dan alat angkut untuk menekan idle time. Hasil menunjukkan kondisi existing (4 excavator + 3 dump truck) memerlukan durasi 717,4 jam dengan biaya Rp 2.073.357.445. Alternatif terbaik adalah Alternatif 3 (3 excavator Komatsu PC200-8 + 10 dump truck) dengan durasi 605,625 jam dan biaya Rp 1.398.834.440, atau terjadi penurunan waktu 15,6% dan penghematan biaya 32,53% dibanding kondisi existing. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi proyek tidak hanya dipengaruhi kapasitas alat, tetapi terutama oleh pengaturan kombinasi dan keseimbangan produksi alat di lapangan.
Copyrights © 2026