Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kritik sosial yang terkandung dalam lirik lagu “Padi Milik Rakyat” karya Feast. Lagu tersebut dipilih karena merepresentasikan keresahan sosial masyarakat Indonesia terkait ketidakadilan, ketimpangan ekonomi, serta penyalahgunaan kekuasaan yang kerap terjadi dalam kehidupan bernegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure, yang memandang tanda sebagai hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Data penelitian berupa lirik lagu “Padi Milik Rakyat”, yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat dengan menelaah setiap bait lirik secara mendalam. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan hubungan antara penanda dan petanda pada setiap potongan lirik untuk mengungkap makna kritik sosial yang disampaikan secara simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu ini mengandung kritik yang kuat terhadap ketimpangan distribusi sumber daya, penyalahgunaan uang pajak, perampasan hak rakyat, serta praktik penggunaan nama rakyat sebagai legitimasi kekuasaan. Lirik-lirik tersebut merepresentasikan realitas sosial masyarakat yang mengalami ketidakadilan dan marginalisasi, sekaligus menyoroti adanya kesenjangan antara pihak berkuasa dan rakyat. Melalui pendekatan semiotika Saussure, dapat disimpulkan bahwa lagu “Padi Milik Rakyat” tidak hanya berfungsi sebagai karya seni dan hiburan, tetapi juga sebagai media kritik sosial dan sarana refleksi. Lagu ini berpotensi meningkatkan kesadaran pendengar, khususnya generasi muda, untuk bersikap lebih kritis dan peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Copyrights © 2026