Penelitian ini membahas bagaimana cara memperkuat pengawasan pengelolaan dana bencana alam di Sumatera Barat supaya bisa mencegah terjadinya korupsi. Sumatera Barat merupakan daerah yang sering mengalami bencana, sehingga pengelolaan dana bantuan sangat penting. Namun, masih banyak masalah seperti kurangnya transparansi dan pengawasan yang membuat peluang korupsi terbuka lebar. Dengan menggunakan metode pendekatan teori Situational Crime Prevention (SCP), penelitian ini mencoba melihat faktor-faktor yang memungkinkan korupsi terjadi, seperti data penerima bantuan yang kurang valid, minimnya audit, dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan SCP di lapangan masih kurang maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar pengawasan dana bencana lebih diperkuat dengan cara meningkatkan transparansi, mengintegrasikan data antar lembaga, melibatkan masyarakat lebih aktif, dan memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku korupsi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pengelolaan dana bencana di Sumatera Barat bisa lebih bersih dan akuntabel.
Copyrights © 2026