Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif naratif dengan melakukan studi perkara pada PT XYZ. Data yang digunakan adalah data sekunder seperti laporan pembelian dan penjualan, serta porto operasional gudang. PT XYZ memiliki porto operasional gudang yang tinggi karena pola pemesanan yang tidak terencana dan penumpukan barang. Menurut perhitungan, penerapan metode EOQ dapat menurunkan biaya pemesanan secara signifikan dari Rp2.400.000 menjadi Rp1.080.000, meskipun porto penyimpanan meningkat dari Rp500.000 menjadi Rp1.080.000. Secara keseluruhan, biaya operasional total gudang akan turun dari Rp2.900.000 menjadi Rp2.175.500. Hal ini menunjukkan bahwa metode EOQ dapat menekan porto operasional gudang dan membantu mengoptimalkan jadwal pemesanan. Namun, perusahaan harus mempertimbangkan kapasitas penyimpanan mereka untuk mengendalikan biaya penyimpanan permanen. Penelitian ini harus dilakukan agar industri retail lain dapat menerapkan metode EOQ untuk mengurangi biaya operasional gudang.
Copyrights © 2026