Kapasitas produksi pada industri pengolahan pangan berperan penting dalam memenuhi permintaan pasar secara efisien, terutama untuk produk pangan olahan yang bersifat mudah rusak dan memiliki permintaan fluktuatif. Produk yang dihasilkan meliputi keripik singkong, basreng, dan keripik pisang. Pada kondisi eksisting, penentuan kapasitas produksi umumnya dilakukan berdasarkan pengalaman melalui lembur atau outsourcing, tanpa perhitungan optimal, sehingga berpotensi meningkatkan biaya dan menurunkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan model matematis berbasis linear programming untuk menentukan kebijakan kapasitas produksi tahunan yang optimal pada industri pengolahan pangan. Model yang dikembangkan mengintegrasikan biaya investasi mesin, biaya operasional, biaya produksi internal, biaya lembur, dan biaya outsourcing dengan mempertimbangkan batasan kapasitas proses yang realistis. Model diselesaikan menggunakan perangkat lunak Matlab untuk periode perencanaan 2025–2034. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model mampu menurunkan total biaya produksi menjadi Rp266.799.000, dengan kebijakan penambahan mesin yang lebih terarah dibandingkan kondisi eksisting, yaitu hanya pada proses pencampuran bumbu dan pengeringan hingga tahun 2029, serta penggunaan lembur dan outsourcing yang terbatas pada produk keripik singkong pada periode akhir perencanaan
Copyrights © 2026