PT XYZ sebagai perusahaan manufaktur kemasan semen masih menghadapi permasalahan kualitas yang ditunjukkan oleh tingginya tingkat kecacatan produk kantong pasted woven. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja kualitas proses produksi dan merumuskan rekomendasi perbaikan. Metode Six Sigma digunakan untuk mengukur tingkat kecacatan melalui nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) dan tingkat sigma, sedangkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) diterapkan untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan meliputi bottom path miring, printing tidak sesuai, kantong lengket, dan kantong terbakar. Nilai rata-rata DPMO sebesar 24.788 dengan tingkat sigma 3,46 menunjukkan bahwa kinerja proses masih memerlukan peningkatan. Penyebab utama kecacatan tertinggi adalah kondisi roll laminasi yang menggelembung, sehingga diperlukan pemeriksaan roll dan pengujian porositas sebagai prioritas perbaikan.
Copyrights © 2026