Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya permasalahan gizi dan rendahnya pemanfaatan pangan lokal bernutrisi seperti daun kelor (Moringa oleifera) di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas workshop cooking class dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan keterampilan siswa melalui inovasi olahan puding daun kelor di SMA Al Karimi Tebuwung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% peserta menyatakan puas terhadap kegiatan workshop. Terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai kandungan gizi dan manfaat daun kelor setelah mengikuti sesi edukasi dan praktik langsung. Inovasi pengolahan daun kelor menjadi puding terbukti mampu mengatasi hambatan sensoris seperti aroma khas dan rasa pahit, sehingga meningkatkan penerimaan dan minat konsumsi siswa terhadap pangan lokal bernutrisi. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik (learning by doing) efektif dalam membentuk keterampilan, meningkatkan kesadaran gizi, serta mendorong perubahan perilaku konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi gizi dengan praktik pengolahan pangan lokal dapat menjadi model pembelajaran interaktif yang relevan bagi remaja serta berpotensi dikembangkan sebagai peluang kewirausahaan berbasis sumber daya local.
Copyrights © 2026