Sarana dan prasarana adalah elemen penting yang mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah. Namun, di SMAN 17 Bandung, pelaporan kerusakan untuk sarana dan prasarana masih dilakukan secara manual. Cara ini sering menyebabkan keterlambatan dalam penyelesaian masalah, rendahnya tingkat efisiensi, serta kesulitan dalam mengelola dan melacak data kerusakan. Mengingat masalah tersebut, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk merancang serta membangun sistem pelaporan kerusakan sarana dan prasarana yang berbasis mobile dan web. Sistem ini memungkinkan laporan dibuat secara langsung dan dilengkapi dengan fitur pemberitahuan otomatis kepada pihak-pihak yang memerlukan informasi. Metode yang penulis gunakan dalam pengembangan sistem merupakan waterfall. Metode waterfall ini mencakup langkah-langkah analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, dan pengujian. Untuk bagian web, sistem dibangun dengan menggunakan framework Laravel dan dibantu oleh Laravel Filament untuk membuat antarmuka dashboard admin. Sementara itu, aplikasi mobile dikembangkan dengan menggunakan framework flutter serta terintegrasi dengan notifikasi secara realtime. Sehingga kelebihan dari sistem dan aplikasi mobile ini adalah ketika pelapor membuat laporan maka akan memunculkan notifikasi pada sistem admin dan ketika terdapat update untuk status laporan maka pelapor akan mendapatkan notifikasi secara langsung melalui device pelapor begitu juga ketika terdapat tugas penanganan kerusakan kepada koordinator teknisi. User Acceptance Testing merupakan salah satu metode pengujian yang dilakukan terhadap sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna, mempercepat proses pelaporan dan penanganan kerusakan, serta meningkatkan efisiensi dalam kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana secara keseluruhan.
Copyrights © 2026