Pengendalian angka kelahiran melalui program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemilihan metode kontrasepsi merupakan bagian penting dalam program Keluarga Berencana (KB). Intrauterine Device (IUD) merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif yang disediakan pemerintah dalam program KB, namun penggunaannya masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi IUD di TPMB E Desa Malakasari Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 responden. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, pendidikan, usia, sikap, sosial ekonomi dan dukungan suami. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25% responden memilih IUD, sedangkan 75% tidak memilihnya. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p = 0,001), pendidikan (p = 0,003), dan dukungan suami (p = 0,023) memiliki hubungan signifikan dengan pemilihan IUD. Sementara itu, variabel usia (p = 0,959), sikap (p = 1,0), dan sosial ekonomi (p = 0,450) tidak memiliki hubungan signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variabel pengetahuan, tingkat pendidikan, dan dukungan suami merupakan faktor penting dalam pemilihan metode kontrasepsi IUD. Keterlibatan pasangan dan peningkatan edukasi diharapkan dapat meningkatkan penggunaan kontrasepsi IUD.
Copyrights © 2025