Acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang sering dialami mahasiswa dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat stres dan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kualitas tidur dengan timbulnya acne vulgaris pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Indonesia Maju. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 136 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling (strata). Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS), kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan derajat acne vulgaris dinilai menggunakan Global Acne Grading System (GAGS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan timbulnya acne vulgaris (r = 0,078; p = 0,368). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan timbulnya acne vulgaris (r = 0,244; p = 0,004), dengan arah hubungan positif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tidur merupakan faktor yang berhubungan dengan timbulnya acne vulgaris pada mahasiswa, sedangkan tingkat stres bukan merupakan faktor utama. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas tidur perlu diperhatikan sebagai bagian dari pencegahan acne vulgaris pada mahasiswa.
Copyrights © 2026