Penelitian ini merancang sistem pendukung keputusan untuk memprediksi jumlah air penyiraman tanaman menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto berdasarkan kelembaban tanah dan kondisi cuaca. Metode ini dipilih karena mampu mengolah data yang tidak pasti menjadi output tegas. Sistem dirancang menggunakan tiga variabel Input kelembaban, cuaca, dan tahap pertumbuhan serta satu output berupa durasi penyiraman, dengan total 27 aturan Fuzzy sebagai dasar Inferensi. Hasil implementasi dan pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan prediksi penyiraman yang sesuai kondisi lingkungan, seperti durasi ±40 detik pada kelembaban rendah, 1 liter pada kondisi berawan, dan 0.3 liter saat kelembaban tinggi dan cuaca hujan. Sistem juga terbukti mampu menghemat penggunaan air hingga ±35% dan semua komponen bekerja dengan baik. Sistem ini berpotensi dikembangkan menjadi penyiraman otomatis berbasis IoT di masa mendatang.
Copyrights © 2026