Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengalihfungsian pertokoan Pancor menjadi Ruang Terbuka Publik (RTP) terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan diuji dengan triangulasi, sedangkan analisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan dampak sosial positif berupa meningkatnya partisipasi, interaksi sosial lebih terbuka, serta rasa aman bagi pengunjung. Secara ekonomi, pendapatan pedagang meningkat dan daya beli membaik, meski peluang kerja baru terbatas dan transisi awal menurunkan aktivitas ekonomi lokal. Secara keseluruhan, masyarakat merespons kehadiran RTP Pancor secara positif, meskipun masih muncul harapan agar kebijakan pembangunan lebih berpihak kepada pedagang kecil dan masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata.Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa pembangunan ruang terbuka publik tidak hanya berdampak pada aspek fisik dan estetika kawasan, tetapi juga memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi yang saling terkait. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan yang adil dan berkelanjutan perlu disertai dengan pemberdayaan masyarakat serta perlindungan bagi kelompok yang paling rentan menghadapi perubahan.
Copyrights © 2026