Metode pengabdian ini disusun untuk menjawab permasalahan rendahnya penguasaan ungkapan dan kosakata siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. tahap awal dilakukan melalui observasi kegiatan belajar dan interaksi siswa di sekolah yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Inggris masih minim karena keterbatasan kosakata dan kurangnya media pendukung. temuan ini menjadi dasar perlunya media visual yang mudah diakses serta program penambahan kosakata yang berkelanjutan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim merancang dan membuat media visual berisi ungkapan Bahasa Inggris sederhana yang relevan dengan aktivitas siswa di sekolah. Media diproduksi menggunakan bahan sederhana namun tahan lama lalu dipasang di 17 kelas pada posisi yang mudah terlihat agar siswa terpapar secara terus-menerus. Selain itu, program kosakata rutin diterapkan pada kelas binaan di mana setiap pertemuan siswa memperoleh sejumlah kosakata atau ungkapan baru yang harus dihafalkan dan disetorkan pada pertemuan berikutnya. Pelaksanaan program ini didukung dengan pendekatan pembelajaran berbasis pembiasaan dan konteks sehingga siswa tidak hanya menghafalkan kosakata, tetapi juga mempraktekkannya dalam komunikasi sehari-hari. Program melibatkan siswa guru bahasa Inggris dan tim asistensi mengajar dengan peran yang saling melengkapi. Secara keseluruhan metode ini diharapkan mampu meningkatkan penguasaan kosakata memperkuat lingkungan kelas yang mendukung penggunaan bahasa Inggris, serta menumbuhkan kebiasaan berkomunikasi sederhana dalam bahasa Inggris di lingkungan sekolah. The service method was designed to address the problem of students’ low vocabulary mastery of English expressions. The initial stage was carried out through observations of learning activities and student interactions at school, which showed that the use of English was still minimal due to limited vocabulary and the lack of supporting media. These findings became the basis for the need for easily accessible visual media and a sustainable vocabulary enrichment program. Based on these needs, the team designed and created visual media containing simple English expressions relevant to students’ daily activities at school. The media were produced using simple yet durable materials and installed in 17 classrooms at easily visible locations so that students could be continuously exposed to them. In addition, a routine vocabulary program was implemented in the target classes, in which at each meeting students received a number of new vocabulary items or expressions to memorize and submit at the following meeting. The implementation of this program was supported by a habituation-based and contextual learning approach, so that students not only memorized vocabulary but also practiced using it in daily communication. The program involved students, English teachers, and the teaching assistance team, with complementary roles. Overall, this method is expected to improve students’ vocabulary mastery, strengthen a classroom environment that supports the use of English, and foster the habit of simple communication in English within the school environment.
Copyrights © 2026