The quality of population administration services is a vital indicator in fulfilling civil rights. Central Java Province provides the SELAKSA service via WhatsApp to facilitate document verification. However, the manual nature of the process results in high officer workloads, leading to a 40% delay in document completion. This research develops an AI-based WhatsApp Bot to automate the SELAKSA service workflow for better responsiveness. The system is designed to handle message classification and data recording automatically, eliminating the need for manual input. Adopting the Waterfall method, the system development integrates n8n and Gemini platforms to generate efficient and accurate interactions. Evaluation using the User Acceptance Test (UAT) method shows a high level of user satisfaction with a score of 4.62 out of 5. Furthermore, technical testing recorded a 100% recall value, indicating that all requests were handled successfully. The implementation of this technology is proven to clear all service queues efficiently and effectively, serving as a reference for digital transformation in other governments.Keywords: Chatbot; WhatsApp; AI; n8n; Government. AbstrakKualitas layanan administrasi kependudukan menjadi indikator penting dalam pemenuhan hak sipil masyarakat. Provinsi Jawa Tengah memiliki layanan SELAKSA melalui WhatsApp untuk mempermudah verifikasi dokumen. Namun prosesnya bersifat manual menyebabkan beban kerja petugas sangat tinggi sehingga terjadi keterlambatan penyelesaian dokumen hingga 40%. Penelitian ini mengembangkan WhatsApp Bot berbasis AI untuk mengotomatisasi alur layanan SELAKSA agar lebih responsif. Sistem ini dirancang untuk menangani klasifikasi pesan dan pendataan secara otomatis tanpa harus melalui input manual satu per satu. Dengan mengadopsi metode Waterfall, pengembangan sistem mengintegrasikan platform n8n dan Gemini guna menghasilkan interaksi yang efisien dan akurat. Evaluasi menggunakan metode User Acceptance Test (UAT) menunjukkan tingkat kepuasan tinggi dari pengguna dengan skor 4,62 dari 5. Selain itu, pengujian teknis mencatat nilai recall mencapai 100% menunjukkan seluruh permohonan dapat tertangani dengan baik. Implementasi teknologi ini terbukti mampu menuntaskan seluruh antrean layanan secara efisien dan efektif sehingga dapat menjadi acuan bagi transformasi digital di instansi lainnya.Kata Kunci: Chatbot; WhatsApp; AI; n8n; Pemerintahan
Copyrights © 2026