Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola rumah sakit daerah, dengan fokus pada kinerja operasional RSUD Provinsi NTB dalam pelayanan pasien BPJS. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kinerja operasional rumah sakit melalui pengelolaan beban pasien BPJS, pemanfaatan teknologi informasi, dan kebijakan BPJS dengan keterlambatan klaim sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingginya beban pasien BPJS, keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi, dan kompleksitas kebijakan BPJS telah menekan kinerja operasional RSUD Provinsi NTB. Dampak tersebut semakin diperkuat oleh keterlambatan klaim BPJS yang mengganggu arus kas dan stabilitas operasional rumah sakit, sehingga memoderasi hubungan antara beban layanan dan kinerja. Sebagai solusi dikembangkan Provincial BPJS Operational Performance Control System (PBOPCS–NTB), yaitu model pembinaan kinerja operasional berbasis pengendalian beban pasien, optimalisasi teknologi informasi, dan sinkronisasi kebijakan BPJS yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Model ini menempatkan keterlambatan klaim sebagai variabel pengendali utama dalam pengambilan keputusan operasional dan pembiayaan rumah sakit. Implementasi awal PBOPCS–NTB menunjukkan peningkatan efisiensi proses layanan, penguatan pengelolaan klaim, dan perbaikan kinerja operasional RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola pelayanan BPJS pada level regulator merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan kinerja rumah sakit daerah.
Copyrights © 2026