Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup, media sosial, dan penggunaan e-money terhadap perilaku konsumtif mahasiswa dalam pembelanjaan online di Kota Semarang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya konsumsi digital di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa, yang ditunjang oleh gaya hidup modern, tingginya aktivitas media sosial, serta kemudahan transaksi non-tunai melalui e-money. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis bagi pelaku usaha digital, pengambil kebijakan, serta pengembangan literatur akademik dalam bidang perilaku konsumen generasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 mahasiswa dari dua perguruan tinggi di Kota Semarang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda, yang diawali dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel gaya hidup, media sosial, dan e-money berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, dengan nilai F-hitung sebesar 43,078 dan signifikansi 0,000. Secara parsial, gaya hidup dan e-money berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan media sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif. Di antara ketiga variabel, gaya hidup merupakan faktor yang paling dominan, dengan nilai koefisien regresi tertinggi. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi gaya hidup konsumsi yang bijak dan penggunaan keuangan digital yang terkontrol di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2025