Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada Belanja Daerah serta menguji keberadaan flypaper effect di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data panel periode 2018-2024 diolah menggunakan metode regresi data panel dengan perangkat lunak EViews versi 12. Hasil studi menunjukkan PAD berpengaruh positif signifikan (koefisien 3,460319 ; p-value 0,0000) dan DAU berpengaruh positif signifikan (koefisien 3,213619; p-value 0,0010), sementara DBH dan SiLPA tidak signifikan. R-squared bernilai 0,9274 menandakan 92,74% variasi Belanja Daerah dapat diterangkan model. Koefisien PAD yang melampaui DAU mengkonfirmasi tidak adanya flypaper effect, menggambarkan bahwa optimalisasi PAD lebih besar daripada ketergantungan pemda terhadap dana transfer pusat DAU. Rekomendasi yang diajukan adalah agar pemerintah daerah meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan dana transfer yang berasal dari DAU, dengan memperkuat mekanisme transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan.
Copyrights © 2025