Pasar modal dan makroekonomi merupakan dua bagian yang saling terkait dan saling mempengaruhi dalam perekonomian suatu negara. Pasar modal yang tumbuh dan sehat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui tersedianya dana jangka panjang untuk ekspansi usaha yang akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan pelaku usaha, sehingga dapat mendorong konsumsi dan investasi. Faktor-faktor makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, dan nilai tukar, cenderung mempengaruhi kinerja dan harga saham perusahaan. Investor menggunakan analisa makroekonomi untuk menilai potensi keuntungan dan risiko, yang akan mempengaruhi keputusan jual-beli saham, karena perubahan ekonomi dapat menguntungkan atau merugikan profitabilitas perusahaan. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk melihat pengaruh faktor-faktor makroekonomi terhadap indeks harga saham. Dari penelitian tersebut terdapat perbedaan temuan sehingga sangat menarik untuk mengkaji lebih lanjut penelitian sejenis dengan rentang waktu yang lebih panjang. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengamati pengaruh beberapa faktor makroekonomi terhadap sentimen di pasar modal, yaitu dengan menganalisa pengaruh perubahan faktor-faktor makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar, suku bunga, produk domestik bruto, dan jumlah uang beredar terhadap perubahan indeks harga saham selama periode tahun 1998 sampai tahun 2024. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan, perubahan nilai tukar USD/IDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, sedangkan faktor makroekonomi lainnya tidak mempengaruhi IHSG secara signifikan.
Copyrights © 2025