Laporan keuangan pemerintah daerah merupakan instrumen penting dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik. Meskipun mayoritas pemerintah daerah telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kualitas laporan keuangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal, rendahnya kompetensi sumber daya manusia, dan lemahnya sistem pengendalian intern. Permasalahan tersebut dapat berdampak pada integritas dan keandalan laporan keuangan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi informasi, kompetensi sumber daya manusia, dan sistem pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan daerah pada Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT dengan efektivitas pelatihan sebagai variabel moderasi. Studi dilakukan pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 32 responden diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan regresi moderasi (MRA). Hasil penelitian diharapkan memberikan implikasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan melalui intervensi pelatihan yang efektif.
Copyrights © 2025