Studi ini mengkaji determinan yang memengaruhi kemungkinan Generasi Z bekerja di sektor formal di Indonesia dengan memanfaatkan dataset Sakernas 2023. Dengan menggunakan regresi logistik biner pada 758.900 observasi, analisis ini mengevaluasi dampak usia, pendidikan, jenis kelamin, tempat tinggal, dan penggunaan teknologi terhadap hasil pekerjaan formal. Hasilnya menunjukkan bahwa semua variabel independen signifikan secara statistik pada tingkat 5 persen. Nilai Pseudo R-kuadrat sebesar 0,2305 menunjukkan daya prediksi model yang moderat. Pendidikan, tempat tinggal perkotaan, dan penggunaan teknologi ditemukan secara substansial meningkatkan probabilitas pekerjaan formal, sementara kelompok usia dan perempuan tertentu menunjukkan peluang lebih rendah untuk mendapatkan pekerjaan formal. Uji Goodness of Fit mengonfirmasi bahwa model yang diestimasi sesuai dengan data dengan baik. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses yang adil terhadap sumber daya digital, dan mempromosikan kebijakan ketenagakerjaan yang responsif gender untuk meningkatkan peluang bagi Generasi Z di pasar tenaga kerja formal Indonesia.
Copyrights © 2025