Manajemen modal kerja merupakan komponen penting dalam menjaga kelangsungan operasional dan stabilitas finansial perusahaan, terutama karena modal kerja berfungsi menghubungkan aktivitas operasional jangka pendek dengan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancar. Efektivitas perputaran modal kerja (working capital turnover/WCTO) sering digunakan untuk menilai sejauh mana aset lancar dimanfaatkan dalam menghasilkan penjualan dan kas, sehingga berpotensi memengaruhi likuiditas perusahaan. Namun, temuan empiris menunjukkan hubungan yang beragam, dipengaruhi oleh karakteristik industri, struktur modal, dan kondisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran efektivitas WCTO dalam meningkatkan likuiditas perusahaan dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap studi terbitan 2010–2025. Proses SLR dilakukan melalui tahapan identifikasi, seleksi, dan sintesis naratif terhadap artikel dari basis data bereputasi seperti Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan hubungan positif antara efektivitas perputaran modal kerja dan likuiditas melalui percepatan siklus konversi kas dan optimalisasi pengelolaan piutang serta persediaan. Namun, beberapa studi menemukan pengaruh negatif maupun tidak signifikan, khususnya pada perusahaan yang mengelola modal kerja secara terlalu agresif, memiliki leverage tinggi, atau memiliki akses kuat terhadap pembiayaan jangka pendek. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas WCTO berkontribusi terhadap likuiditas, tetapi pengaruhnya bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh faktor moderasi seperti karakteristik industri dan kondisi makroekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur mengenai hubungan WCM dan likuiditas, serta menawarkan implikasi praktis bagi manajer keuangan dan pembuat kebijakan untuk merancang strategi pengelolaan modal kerja yang seimbang, adaptif, dan selaras dengan kondisi operasional perusahaan.
Copyrights © 2025