Penelitian ini mengkaji praktik transfer pricing dalam perspektif teori stewardship dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Transfer pricing merupakan strategi yang lazim digunakan perusahaan multinasional untuk meningkatkan efisiensi operasional, namun juga berpotensi menimbulkan permasalahan etika dan fiskal, khususnya pada industri yang sangat teregulasi seperti sektor kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tunneling incentive, leverage, profitabilitas, dan exchange rate terhadap keputusan transfer pricing. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian terdiri dari 50 perusahaan sektor kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda yang didahului oleh uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan tunneling incentive berpengaruh signifikan terhadap transfer pricing, sedangkan leverage dan exchange rate tidak berpengaruh signifikan. Dalam perspektif teori stewardship, temuan ini menunjukkan bahwa manajemen cenderung bertindak sebagai steward yang berorientasi pada kepentingan organisasi dan keberlanjutan jangka panjang, bukan pada perilaku oportunistik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur akuntans, khususnya terkait praktik transfer pricing di sektor kesehatan.
Copyrights © 2025