Industri tekstil merupakan sektor strategis bagi perekonomian bagi beberapa negara di dunia, namun adakalanya kinerja ekspor masing-masing negara menunjukkan tren yang berbeda secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat daya saing ekspor tekstil antara Indonesia dengan Vietnam serta mengidentifikasi faktor determinan yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-komparatif dengan data sekunder periode 2015–2024. Metode yang digunakan adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk mengukur daya saing, Constant Market Share (CMS) untuk mendekomposisi pertumbuhan ekspor, dan Regresi Data Panel untuk menguji pengaruh biaya logistik, energi, upah, dan Free Trade Agreement (FTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing tekstil Vietnam (RCA 1.48) terus meningkat mengungguli Indonesia (RCA 0.92) yang mengalami stagnasi. Analisis CMS mengonfirmasi bahwa faktor daya saing domestik menjadi penentu utama. Hasil regresi menunjukkan bahwa tingginya biaya logistik dan energi di Indonesia berdampak negatif signifikan terhadap ekspor, sementara implementasi FTA memberikan dampak positif bagi Vietnam. Penelitian menemukan bahwa Indonesia perlu memprioritaskan efisiensi logistik, stabilitas biaya energi, dan akselerasi perjanjian dagang untuk memulihkan daya saingnya di pasar global.
Copyrights © 2026