Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi risiko, kepercayaan, dan gaya hidup terhadap minat melakukan pinjaman pada fintech peer-to-peer (P2P) lending di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat melakukan pinjaman, sementara kepercayaan dan gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan. Koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,928 menunjukkan bahwa 92,8% variasi dalam minat pinjaman dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan mahasiswa dalam menggunakan layanan pinjaman online tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh faktor psikologis dan gaya hidup. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat teori behavioral intention dan dapat menjadi referensi bagi pengembang layanan fintech serta lembaga pendidikan dalam merancang strategi literasi keuangan yang lebih efektif.
Copyrights © 2026