Penelitian ini mengkaji nilai ekonomi dan keberlanjutan wisata hiu paus berbasis masyarakat di Teluk Saleh sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya laut secara non-ekstraktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata hiu paus setengah hari memberikan nilai ekonomi tahunan yang tinggi serta berpotensi menjadi sumber pendapatan alternatif yang signifikan bagi masyarakat pesisir. Pemanfaatan hiu paus juvenil melalui kegiatan wisata terbukti menghasilkan nilai guna langsung yang jauh lebih besar dibandingkan pemanfaatan ekstraktif, sekaligus memperkuat dasar ekonomi bagi upaya konservasi spesies hiu paus yang berstatus terancam punah (Endangered). Skema kontribusi bagan berperan penting dalam mendistribusikan manfaat ekonomi dan menciptakan insentif konservasi yang menghubungkan kesejahteraan masyarakat lokal dengan keberlanjutan agregasi hiu paus. Selain itu, penerapan pembatasan jumlah perahu dan kapasitas wisatawan menjadi instrumen utama dalam menjaga kehati-hatian ekologis. Secara keseluruhan, wisata hiu paus di Teluk Saleh merepresentasikan model integratif antara konservasi, ekonomi lokal, dan pengelolaan berbasis masyarakat. Keberlanjutan jangka panjang kegiatan ini sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, penguatan kelembagaan lokal, serta komitmen untuk menjadikan daya dukung ekologis sebagai dasar utama pengembangan wisata.
Copyrights © 2026