Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan model Springate, Zmijewski, dan Grover dalam memprediksi financial distress pada perusahaan sektor Real estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel penelitian diperoleh melalui metode purposive sampling dengan total 34 perusahaan selama lima tahun pengamatan sehingga diperoleh 170 unit analisis. Teknik analisis data dilakukan dengan menghitung skor masing-masing model, analisis statistik deskriptif, serta pengujian tingkat akurasi berdasarkan kesesuaian prediksi dengan kondisi aktual perusahaan yang diukur menggunakan laba bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Springate mengklasifikasikan perusahaan financial distress paling banyak dibandingkan model lainnya. Berdasarkan pengujian tingkat akurasi, model Grover memiliki tingkat akurasi tertinggi sebesar 69%, diikuti oleh model Zmijewski dan model Springate. Dengan demikian, model Grover dinilai paling akurat dalam memprediksi financial distress pada perusahaan sektor Real estate dan Property periode 2020–2024. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen, investor, dan pihak terkait dalam menilai risiko keuangan perusahaan serta sebagai alat peringatan dini terhadap potensi financial distress.
Copyrights © 2026