Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), dan Impairment Loss terhadap volatilitas harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI periode 2020-2024. Fenomena menunjukkan volatilitas harga saham sektor ini melonjak tajam hingga mencapai 25,3% pada tahun 2023, yang mengindikasikan ketidakpastian pasar yang tinggi dan deviasi dari nilai fundamental perusahaan. Masalah ini diperkuat oleh kinerja internal beberapa perusahaan besar yang mengalami tekanan likuiditas serta pembengkakan rasio utang yang memberikan sinyal negatif bagi investor. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan populasi seluruh perusahaan infrastruktur di BEI. Teknik purposive sampling diterapkan untuk memperoleh sampel yang representatif. Data sekunder bersumber dari laporan keuangan tahunan BEI serta harga penutupan saham bulanan dari Yahoo Finance dan Investing.com. Analisis data dilakukan melalui regresi linier berganda yang melewati uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis melalui uji F, uji t, dan koefisien determinasi (). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara simultan, DER, ROA, dan Impairment Loss berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas harga saham. Secara parsial, DER dan Impairment Loss berpengaruh positif signifikan, menunjukkan bahwa peningkatan utang dan kerugian penurunan nilai aset direspon sensitif sebagai risiko oleh pasar. Sebaliknya, ROA berpengaruh positif namun tidak signifikan karena informasi laba cenderung telah diantisipasi dan terserap oleh pasar (priced-in) sebelum laporan resmi diterbitkan.
Copyrights © 2026