Penggunaan tanaman obat tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan alternatif, salah satunya adalah daun jambu biji (Psidium guajava L.), yang dikenal memiliki khasiat antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, perilaku, dan persepsi masyarakat Kota Pekalongan mengenai penggunaan daun jambu biji sebagai obat tradisional antidiare. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori baik sebesar 58%, cukup sebesar 34%, dan kurang sebesar 8%. Sumber pengetahuan utama berasal dari keluarga sebesar 84%. Sebagian besar masyarakat menggunakan daun jambu biji dengan cara direbus sebesar 64% dan menganggapnya cukup efektif sebesar 70%. Selain itu, 52% masyarakat memilih kombinasi pengobatan tradisional dan medis untuk diare. Dari segi sikap, pelestarian, dan inovasi, mayoritas masyarakat berada pada kategori baik sebesar 62%. Studi ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Pekalongan memiliki tingkat pengetahuan dan persepsi yang cukup baik mengenai penggunaan daun jambu biji sebagai obat tradisional antidiare. Pendidikan berbasis bukti dan peran petugas kesehatan juga diperlukan agar penggunaannya dapat dilakukan dengan aman, tepat, dan rasional. Kata kunci: Diare, Obat herbal, Kearifan lokal
Copyrights © 2025