Produksi tanaman pangan, holtikultura, dan perkebunan di Kabupaten Gunungkidul mengalami peningkatan di tahun 2024. Walaupun produk holtikultura melampaui target, namun produksi sayuran masih terendah di antara kabupaten-kabupaten di DIY. Sayuran merupakan tanaman yang memerlukan banyak air di lahan pertanian. Produksi sayuran yang terendah terjadi karena kondisi alam Kabupaten Gunungkidul didominasi perbukitas karst, sehingga lahan menjadi kurang subur, kering, dan tandus. Untuk meningkatkan produksi sayuran, Padukuhan Ngunut Lor membuat sumur untuk menyediakan pasokan air yang cukup. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sanata Dharma (USD) melaksanakan program pengabdian untuk membuat penyediaan air menjadi efisien namun masih mencukupi. Penyediaan air dilakukan secara otomatis dengan memasang perangkat berbasis teknologi Internet of Things (IoT). Sistem IoT yang dipasang berfungsi untuk melakukan penyiraman dengan area cakupan yang terukur, sehingga pengairan tidak dilakukan secara berlebihan. Sistem IoT ini diserahkan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Godhong Ijo untuk pengoperasian dan perawatan selanjutnya. Oleh karena itu, tim PKM USD juga mengadakan pelatihan dan praktek lapangan terkait sistem IoT kepada anggota KWT. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota KWT terkait sistem IoT di bidang pertanian. Sosialisasi oleh tim PKM USD yang cukup intens di awal program juga berkontribusi terhadap Tingkat pengetahuan anggota KWT, sehingga baseline pengetahuan anggota KWT sebelum pelatihan sudah cukup tinggi.
Copyrights © 2026