Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala penerapan PSAK 34 metode persentase penyelesaian dalam pengakuan pendapatan proyek konstruksi pada PT. XYZ. Industri konstruksi memiliki karakteristik unik seperti kompleksitas pekerjaan, ketergantungan pada banyak pihak, dan ketidakpastian kondisi lapangan, sehingga memerlukan standar akuntansi khusus. PSAK 34 mengatur pengakuan pendapatan dan beban berdasarkan tingkat penyelesaian proyek, namun implementasinya dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti kesulitan estimasi biaya, keterbatasan sistem informasi, dan rendahnya literasi akuntansi di kalangan staf. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. XYZ masih menghadapi kendala dalam integrasi sistem informasi, prosedur pengumpulan data, dan kompetensi sumber daya manusia, yang berdampak pada kualitas laporan keuangan dan kredibilitas perusahaan. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan tata kelola keuangan perusahaan konstruksi di masa mendatang.
Copyrights © 2026