Pasar modal memiliki peran penting sebagai penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana. Harga saham merupakan salah satu indikator kinerja yang sering digunakan investor untuk menilai prospek suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Asset Ratio, Sales Growth, Current Ratio, dan Inventory Turnover terhadap harga saham pada perusahaan subsektor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 15 perusahaan subsektor ritel, dengan sampel sebanyak 10 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt to Asset Ratio dan Inventory Turnover berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham, sedangkan Sales Growth dan Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengelola rasio keuangan serta bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.
Copyrights © 2026