Hidroponik merupakan salah satu sistem pertanian modern yang dapat digunakan pada kondisi tanah yang kritis, hama dan penyakit yang tinggi, dan musim yang tidak menentu. Tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.) atau yang dikenal dengan nama Tatsoi berasal dari Asia. Tantangan yang dihadapi petani yaitu kekurangan nutrisi tanaman atau pengaturan pertumbuhan yang tidak tepat sehingga pertumbuhan tanaman yang tidak merata. Untuk mengoptimalkan aspek pertumbuhan dan memaksimalkan hasil panen salah satu solusi yang potensial untuk mengatasi permasalahan ini dengan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT). Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) berasal dari bahan organik herbal mengandung hormon tanaman unggul seperti giberelat, kinetin, dan zeatin yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam proses fisiologis seperti pembentukan akar, pembungaan, dan pembuahan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi AB Mix dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. Penelitian ini dilaksanakan greenhouse SMKN 1 Plosoklaten Karang Nongko, Sumberagung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor diulang sebanyak 3 kali. Apabila terdapat hasil berbeda nyata akan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi AB Mix dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) tidak berinteraksi terhadap jumlah daun, panjang akar diameter tajuk, bobot segar, dan berat kering. Perlakuan konsentrasi AB Mix 1100 ppm merupakan perlakuan terbaik terhadap bobot segar dengan rata-rata 131,98 gram sedangkan perlakuan ZPT 4 ml/l merupakan perlakuan terbaik terhadap panjang akar dengan rata-rata 22,58 cm.
Copyrights © 2026