Latar Belakang : Hipertensi merupakan peningkatan yang terjadi pada tekanan darah sistolik >140mmHg dan diastolik >90mmHg yang melebihi dari batas normal. Hipertensi merupakan penyebab utama terjadinya gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Peningkatan prevalensi lansia telah mendorong munculnya berbagai masalah kesehatan dan paling umum terlihat adalah perubahan pada tekanan darah sebagai dampak dari proses penuaan. Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Dengan Pemberian Rebusan Air Daun Seledri (Apium Graveolens) Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi. Metode : Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan one group pretest-posttest design pada bulan Januari-Februari 2025 dengan sampel sejumlah 40 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling.Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi pemeriksaan tekanan darah pada lansia. Data diolah menggunakan SPSS versi 26 dan dianalisis dengan uji chi-square nilai ?< 0,05. Hasil : Uji Paired T-test didapatkan hasil tekanan darah sistolik dengan nilai p-value = 0,000 = 0,05 dan hasil tekanan darah diastolik dengan nilai p-value = 0,000 = 0,05. Kesimpulan : H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh yang signifikan antara tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun seledri pada lansia penderita hipertensi, sedangkan pada usia, pendidikan, konsumsi kopi dan kebiasaan merokok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian hipertensi. Namun, jenis kelamin tidak memiliki pengaruh dengan kejadian hipertensi.
Copyrights © 2025