Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dan mengidentifikasi faktor penghambat efektivitas konversi Live Streaming Marketing pada PT Suhita Lebah Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa Live Streaming Marketing gagal berkonversi secara efektif, dibuktikan dominasi signifikan Saluran Non-Digital (Reseller, Bazar, Toko Fisik, dan Bee Farm) sebesar 88,40% dari total unit terjual, atau 7,62 kali lipat lebih besar daripada penjualan online. Faktor penghambat konversi utama diidentifikasi melalui kerangka Marketing Mix (4P) yaitu, Hambatan Price (Harga) dan Logistik Kritis, di mana tingginya biaya pengiriman ke luar Provinsi Lampung menghambat konversi; serta Hambatan Promotion (Promosi) Internal, terkait kualitas konten siaran dan kredibilitas host yang buruk, yang menyebabkan tingginya tingkat Customer Churn (Tingkat Henti Pelanggan). Strategi perbaikan direkomendasikan berfokus pada subsidi voucher logistik dan investasi peningkatan kualitas host untuk membangun Consumer Trust (Kepercayaan Konsumen).
Copyrights © 2025