Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah profitabilitas, seberapa baik perusahaan tersebut dapat menutupi tagihan langsungnya, dan seberapa besar pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Peneliti mengamati perusahaan-perusahaan di industri logam dan terkait di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2021 dan 2024. Peneliti melakukan ini karena sektor logam merupakan faktor penting dalam pembangunan infrastruktur Indonesia, pergeseran pasar global dapat mengubah nilai perusahaan secara signifikan, dan penelitian sebelumnya tidak selalu sepakat. Kami menggunakan metode deskriptif kuantitatif, memilih 11 perusahaan yang sesuai dengan kriteria kami, yang menghasilkan 44 poin data. Peneliti mempelajari laba, seberapa mudah perusahaan dapat membayar utang jangka pendeknya, ukurannya, dan nilainya menggunakan rasio Harga terhadap Nilai Buku. Kami mengolah angka-angka tersebut menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 26, setelah memeriksa apakah semuanya sesuai dengan data dan menguji gagasan kami. Hasilnya menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) benar-benar meningkatkan nilai perusahaan, tetapi Return on Equity (ROE) justru merugikannya. Total aset yang besar dan Rasio Cepat (QR) yang tinggi keduanya berdampak negatif terhadap nilai, sementara total pendapatan justru meningkatkannya secara signifikan. Secara keseluruhan, tingkat profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan berperan besar dalam menentukan nilainya. Model ini menjelaskan 85,9% perubahan nilai perusahaan, sebagaimana ditunjukkan oleh R² yang Disesuaikan sebesar 0,859. Studi ini diharapkan dapat membantu para petinggi perusahaan memperbaiki kondisi keuangan mereka, memandu investor dalam memilih tempat untuk menginvestasikan dana mereka, dan memberikan titik awal bagi akademisi untuk melakukan riset lebih lanjut di industri logam.
Copyrights © 2026