Penelitian ini menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA pada perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Sampel ditentukan dengan purposive sampling dan menghasilkan 15 bank, sehingga total observasi sebanyak 45 data tahunan. Data sekunder berupa laporan keuangan tahunan diolah menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik, uji t, dan uji F, serta koefisien determinasi (adjusted R² sebagai indikator kemampuan model menjelaskan variasi ROA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA (nilai signifikansi uji t > 0,05), begitu pula kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA (nilai signifikansi uji t > 0,05). Secara simultan, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional juga tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA karena nilai signifikansi uji F lebih besar dari 0,05. Nilai adjusted R² yang hanya sekitar 3,37% menunjukkan bahwa variasi ROA perbankan pada periode 2022–2024 jauh lebih banyak ditentukan oleh faktor lain di luar struktur kepemilikan, seperti kualitas aset, efisiensi biaya, dan margin bunga bersih. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berfungsi lebih sebagai mekanisme tata kelola daripada penentu langsung profitabilitas bank.
Copyrights © 2026