Pengangguran masih menjadi permasalahan pembangunan di Provinsi Jawa Barat meskipun kinerja ekonomi daerah menunjukkan perkembangan. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya peran keuangan daerah, pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan upah dalam mengendalikan pengangguran. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji secara empiris pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap tingkat pengangguran pada kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat kurun waktu 2019-2024. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan memanfaatkan data panel dari 27 kabupaten/kota. Data yang digunakan merupakan data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik serta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Teknik analisis yang diterapkan adalah regresi data panel dengan menggunakan model fixed effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keuangan daerah, pertumbuhan ekonomi, dan upah minimum memiliki pengaruh dan signifikan terhadap tingkat pengangguran, baik secara individual maupun secara bersamaan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas keuangan daerah, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan kebijakan upah minimum yang tepat memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat pengangguran.
Copyrights © 2026